Jin robek kok dibeli

Saya pernah menulis ini setelah memotret etalase yang memanjang jeans robek parah. Barang rombeng kok dijual. Bukan salah di toko. Karena yang aneh adalah konsumen.

Dari iklan yang terus muncul akhirnya saya klik tawaran Levi’s. Memang banyak jin (sebetulnya saya lebih suka jins untuk serapan jeans) yang robek sekadarnya di toko daring itu.

Saya sejak muda tak pernah berminat membeli jin robek bahkan yang robek sekadarnya. Bagi saya, celana baru ya harus utuh. Bahwa dalam pemakaian akan robek, itu lain soal, dan untuk jin saya akan memakainya.

Umumnya jin saya jadi robek karena saya terjatuh atau tergesek tas yang saya pangku dalam angkutan umu. Robek di lutut dan paha. Ada yang robek di paha, tanpa diawali rantas benang akibat gesekan, yaitu terkena tetesan super glue. Begitu lem mengering, bagian jin yang terkena langsung mengeras. Dalam pencucian, jejak pulau cairan itu terlepas. Maka bolonglah jin saya. Bukan cuma robek.

Eh tapi kalau beli jas baru dengan tambalan di siku? Tak soal bagi saya. Saya pernah punya elbow patch jacket.

2 tanggapan untuk “Jin robek kok dibeli

Komentar ditutup.