Masalah staple atawa kokot

Mencungkil staple dengan remover

Banyak orang tak suka bungkus makanan dikokot karena takut si kawat akan menyelip ke dalam makanan. Saya termasuk orang macam itu. Tapi pernahkah ada berita orang dioperasi karena tanpa sengaja menelan staple?

Saya belum pernah tahu. Saya juga tak tahu bentuk kokot (staple) bekas pakai, dengan lipatan tumpul, aman di usus, lalu terbuang bersama feses. Biarlah para dokter yang menjelaskan. Tapi sebagai ketakutan karena asumsi, saya masih memeliharanya hingga kini.

Mencungkil staple dengan remover

Kenapa masih ada pengemas makanan mencintai kokot? Karena lebih murah, dan lebih mudah, ketimbang selotip apalagi alat pres sealer. Dengan pengokot atau stapler, kantong plastik tanpa zipper akan menekan harga. Soal risiko konsumen, setipis apapun, itu perkara nasib. Kalau tak mau repot melepas kokot pakailah pencukil atau staple remover yang dijual toko ATK.

Mencungkil staple dengan remover

Saya membayangkan, pemda melarang para pelaku usaha PIRT menggunakan pengokot. Tak usah takut dibilang anti-UMKM dan antikonomi rakyat. Meskipun tidak populis, hal baik harus dilakukan.

Mencungkil staple dengan remover