Kedua wayang itu siapa?

Saat membersihkan pernik di rak buku saya amati kedua hiasan kaca ini. Umurnya sudah dua dasawarsa, tapi sejak membelinya saya tau tahu kedua sosok itu siapa. Penjualnya juga tidak paham. Kalau yang kotrik bin papatong bin kinjeng, kami sama-sama kenal.

Akhirnya kemarin saya menanya seorang sastrawan yang paham wayang via WhatsApp. Jawabannya: “Seperti Yudhistira dan Drupadi, tapi nggak mungkin pegang senjata — mungkin tokoh lakon carangan yang bisa siapa aja; kayak ‘ratu sabrang’ misalnya.”

Ya, saya tak paham wayang, jalan cerita maupun sosok tokoh-tokohnya. Kalau Bima dan Gatotkaca saya tahu. Kresna juga kerena dia hitam. Batara Guru juga. Tepatnya, itu semua adalah rupa visual versi wayang kulit.